Salah Kostum

17 Komentar

Sepakbola harusnya menjadi olahraga yang elegan, maskulin, dan sedap dipandang mata. Namun, apa jadinya bila pemain sebuah klub sepakbola juara Eropa salah menggenakan kostum di lapangan? Salah membawa setelan jersey seperti yang dialami Liverpool sewaktu melawan Arsenal pakan lalu.

Saltum

Lantas salah kostum ini pun jadi bahan olokan koran kuning di Inggris sana dan tak terkecuali di kantor saya:

Redaktur: buset Liverpool jelek bener kostumnya. Nggak mecing!

Reporter: Itu salah bawa celana mas.

Redaktur: Ah nggak, kaos kakinya merah kok.

Reporter: Berarti salah bawa baju.

Halah guyonan apa ini? Lawakkan ndak mutu disaat dikejar-kejar deadline. Dasar orang-orang stress.

Iklan

Nggak Kena

25 Komentar

bush-1

Heran! Saya masih tak habis pikir. Kenapa George W. Bush ketika dilempar sepatu oleh Muntadar al-Zeidi tidak kena? Dari 2 kali percobaan, semuanya lewat. Mungkin sepatunya Al-Zeidi bau atau reflek Bush yang terlalu bagus. Saya tidak tahu. Wahai Presiden Bush, Anda piawai sekali “ngeles”.

JiFFest Setengah

24 Komentar

jiffest

Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest), 5 Desember 2008 resmi digelar. Persipan menggelar JiFFest ke 10 ini sebenarnya sudah matang dari jauh hari. Namun ada perbedaan mencolok pada pemutaran kali ini. Jadwal JiFFest yang biasanya digelar selama 10 hari, kali ini dipangkas setengahnya menjadi 5 hari saja. Alasannya simpel: krisis ekonomi global. Pasalnya ada sponsor (maaf saya tak menyebutkan namanya) yang biasanya memberikan dana 50%, tahun ini hanya bisa membuka kucuran fulusnya 20% saja. Semoga dengan berkurangnya dana operasinal ini tak lantas mengurangi jumlah pengunjung yang datang. Semoga.

JiFFest tahun ini mengusung tema: 10 Years of Indonesian Film Revival. Tak terasa indusrti film Indonesia sudah “bangkit dari kubur” selama 10 tahun. Dan untuk menghargainya, JiFFest bakal memutar 10 film terlaris Indonesia dalam 1 dekade terakhir. Film karya sineas anak bangsa yang berhasil meraup jutaan penonton seperti Ada Apa Dengan Cinta, Jelangkung, Petualangan Sherina, Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan lain-lain bakal diputar. Mungkin ada sebagian dari Anda yang sudah menontonnya. Namun kali ini film-film Indonesia itu diputar gratis di kineforum TIM dari tanggal 5 sampai 9 Desember. Tertarik?

Seperti biasa, pasti ada film pembukaan di setiap festival film internasional. Dan JiFFest memilih Burn After Reading karya The Coen Brothers. Setelah sukses meraih gelar Acadmy Award tahun ini dengan No Country for Old Men, Joel dan Ethan Coen kembali ke khitah. Membuat film ber-budget rendah dengan cerita absurb. Burn After reading sendiri dibintangi aktor papan atas Hollywood seperti Brad Pitt, George Clooney, Frances McDormand, dan John Malkovich. Bagaimana plot film ini? Silakan tonton sendiri.

Film lain yang menurut saya bagus adalah I’m Not There. Film ini bercerita tentang biografi Bob Dylan, musisi rock country kebanggan Amerika Serikat. Yang membuat film karya Todd Haynes ini beda adalah alter ego Bob Dylan yang diperankan 6 aktor berbeda. Peran paling menohok yaitu peran Bob Dylan yang dimainkan Cate Blanchett. Ya, ia seorang perempuan yang memerankan Dylan. Penasaran? Silakan tonton. Oia, Chritian Bale, Richerd Gere, dan Heat Ledger juga ambil bagian dalam memerankan Bob Dylan. Makin menarik saja.

Yang menarik adalah film pamungkasnya. Woody Allen kembali menunjukkan taringnya sebagai film maker handal. Vicky Cristina Barcelona dipilih untuk mengakhiri rentetan JiFFest tahun ini. Film romantis yang diperankan Javier Bardeem, Scarlett Johansson, dan Penelope Cruz ini mengambil setting kota pesisir Spanyol Barcelona. Kritikus film banyak memuji film ini dengan memberikan 80% rating di Rotten Tomatoes. Vicky Cristina Barcelona merupakan trilogi kolaborasi Allen dengan Scarlett Johansson. Sebelumnya ada Scoop dan Match Point yang keduanya tidak mengecewakan.

Dari ketiga film di atas yang belum saya tonton hanya Vicky Cristina Barcelona. Tentunya masih ada film lainnya yang layak tonton seperti film asal Jordania Captain Abu Raed dan film Prancis Welcome to the Sticks. Selain film luar saya juga mengincar film lokal. Pilihan jatuh pada Drupadi karya Riri Riza dan Under The Three arahan Garin Nugroho. Itulah 2 film Indonesia yang paling menarik perhatian. Sayang, saya tak dapat meraup info lengkap 2 film itu. Tapi, sampean bisa mengunduh dan membaca resensinya di program guide.

Ada yang mau merapat ke JiFFest? Silakan unduh jadwal filmnya di sini. Sampai bertemu di FX Platinum XXI, Blitz Megaplex Grand Indonesia atau Keneforum TIM. See ya.

Not Balok

42 Komentar

Posting singkat kali ini. Internet di tempat saya posting sekarang serasa naik becak. Lambat. Dan saya sempat chat dengan seorang blogger Surabaya dan Medan. Ternyata mereka mengeluhkan hal yang sama: Speedy error. Ada yang tahu kenapa? Eniwei, ini ada satu gambar menarik yang saya catut dari forum fotografi: dockera. Berikut gambarnya:

sex not

Hayo, berapa not yang sudah sampean coba? :mrgreen:

*internet leled, upload gambar leled, compalin ditanggapinnya leled. Spedol: Speedy dodol*

Pro Bono

40 Komentar

blogor

Akhirnya talkshow yang diadakan komunitas bloger Bogor (blogor) terlaksana juga. Sempat tertatih-tatih di pertengahan, namun memasuki hari H, Sabtu (15/11) semuanya berjalan lancar. Acungan jempol untuk semua panitia yang sudah menghabiskan makan bekerja siang malam demi suksesnya acara ini.

Perlu diketahui pekerjaan ini adalah Pro Bono (meminjam kalimat yang pernah dipakai mas Iman Brotoseno). Artinya panitia tak mendapat bayaran sepeser pun dalam menggelar acara ini. Panitia rela meluangkan waktu setiap hari Minggu untuk rapat dan meyebarkan publikasi dari Senin hingga Jumat ke semua penjuru kota Bogor. Padahal mereka juga punya kegitan masing-masing yang tak bisa ditinggalkan. Seperti kuliah, pekerjaan kantor, dan mengurus rumah tangga. Hebat.

Di akhir acara tak ada panitia yang memasang wajah kelelahan atau kecewa. Semuanya tampak puas dan sumringah. Pada briefing panita usai acara, Pak Hartanto memberikan ucapan penutup yang bagus. “Saya salut sama komunitas ini. Baru beberapa bulan terbentuk dan kita belum saling kenal, tapi entah kenapa hari ini saya dan mungkin teman-teman semua merasa sudah kenal lama. Ini luar bisanya,” katanya. “Oke, hal seperti ini (acara berjalan lancar) merupakan hal yang biasa. Kita jangan terlalu larut dalam kesenangan. Yang perlu kita bangun adalah semangat. Masalahnya membangun semangat seperti ini tak pernah mudah,” begitu yang saya tangkap.

Saya, teman-teman blogor, dan mungkin Anda tak akan pernah tahu kapan semangat ini akan padam. Blogor harus bisa mempertahankan semangat seperti ini. Teruslah belajar teman-teman. Kredit khusus buat semua anggota blogor. Sukses selalu. Semoga komunitas ini bisa membuat aksi yang lebih baik lagi.

Oia, Hangga kapan nih latihan menembak sama mancing ikannya? Kabarin yah. Ada yang mau ikut?

foto lain bisa dilihat di sini.

The Godfather

37 Komentar

SoehartoMasih belum tahu, saya harus memutuskan apa saat Soeharto meninggal dunia awal tahun ini. Pahlawankah? Penjahatkah? Atau hanya orang tua yang lama berkuasa di Indonesia, digulingkan rakyatnya, lalu meninggal dunia? Oia satu lagi: menyisakan banyak masalah yang belum terselesaikan di negara ini. Ada yang bisa bantu?

Beberapa waktu lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menayangkan iklan politik untuk edisi hari pahlawan. Di iklan itu Soeharto disejajarkan dengan Soekarno, KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, KH Hasyim Asy’ari, Muhammad Natsir, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman. Di akhir iklan tersemat pesan mereka adalah guru bangsa dan pahlawan. Sontak protes beragam pun menghujani kubu PKS. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan keputusan PKS yang mentasbihkan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Walaupun sebenarnya tak ada salahnya juga PKS bersikap seperti itu.

Hal ini menjadi menarik. Beberapa kolom media cetak lalu membahasnya. Sebagian ada yang berpikir PKS itu melawan arus. Disaat rencana PKS bakal mengusung pemimpin muda dalam pemilu mendatang, mereka malah “melawan kemudaan”. Maksudnya pemimpin muda bisa saja lahir generasi yang menggulingkan Soeharto (generasi 1998). Dengan dipilihnya Soeharto sebagai pahlawan oleh PKS, bisa-bisa menimbulkan sikap apatis dari angkatan ’98 terhadap partai Islam terbesar di Indonesia itu pada pemilu nanti.

Ya, begitulah

Lahan Pembantaian

33 Komentar

Terkejut. Itulah yang saya rasakan ketika membaca berita sekolah rubuh di Republik Haiti. Jumlah Korban meninggal yang membuat saya menaruh perhatian besar pada berita ini. Diperkirakan korban meninggal akibat tertimpa bangunan mencapai 90-an orang, korban luka-luka 150-an orang, dan masih ada korban lain yang belum ditemukan sampai tulisan ini saya buat. Miris. Rata-rata dari mereka yang menjadi korban berusia 3 sampai 20 tahun (calon penerus bangsa nih).

Kepala sekolah (yang entah nama sekolahnya apa) ditahan karena lalai dalam melakukan pengawasan pembangunan. Sementara Presiden Haiti Rene Preval dijadikan kambing hitam dalam musibah ini.

sekolah rubuh

Menyedihkan sekali. Karena sebuah kelalaian seseorang, institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk menuntut ilmu dan tempat bermain yang asik malah berputar 180 derajat menjadi “lahan pembantaian”. Ini sesuatu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Kira-kira pemerintah Indonesia mau nggak ya dijadikan kambing hitam kalau rakyatnya ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan?

Berita tekait: disini, disana, dan disina

Older Entries Newer Entries