Kembali Menapak Bumi

2 Komentar

Tidak percaya. Tim nasional Indonesia yang saya banggakan tersungkur 0-3 di kandang Malaysia pada leg pertama final Piala AFF. Firman Utina yang biasanya piawai dengan umpan-upannya dibuat mati kutu. Duet Hamka Hamzah dan Maman Abrudhaman yang disiplin dalam bertahan dibuat kebingungan. Muhammad Nasuha dengan tusukannya di sayap kiri tak berani penetrasi. Pemain lainnya silakan nilai sendiri.

Usai pertandingan, menurut laporan beberapa media Pelatih Alfred Riedl mengaku tidak terganggu dengan sinar laser yang sempat ditembakkan pendukung Malaysia. Ia menyatakan kalau anak asuhnya terganggu dengan jadwal yang dibuat PSSI dan liputan media. Saya pikir itu hanya kekecewaan Riedl sesaat saja. Namun setelah melihat siaran pers Riedl di televisi air muka pelatih asal Austria itu menyiratkan kalau ia benar-benar kecewa dengan perlakukan terhadap anak asuhnya.

“Saya pikir kita kembali menginjak bumi.” Itulah salah satu ungkapan yang Riedl yang paling elegan selama konferensi pers. Ya setelah kekalahan 0-3 dari Malaysia kita kembali ke tanah. Saya pikir selama eufora kemenangan, pemain sudah berusaha untuk tetap menapak bumi. Pemain tidak banyak bersuara tentang kemenangan. Asisten pelatih Wolfgang Pikal pun terus mengingatakan pendukung Indonesia kalau Malaysia yang akan dihadapi pada final leg pertama adalah malaysia yang berbeda seperti yang Indoensia kalahkan 5-1 di babak penyisihan.

Namun ‘provokasi’ media yang mengajak pemain terus terbang. Optimis berlebihan diumbar. Keluarga pemain diliput secara jor-joran terutama keluarga Chrstian Gonzales. Prediksi skor terus berterbangan. Namun semua itu tidak bisa disalahkan, karena kondisi Indonesia dalam posisi yang unggul karena menang dalam 5 lima kali laga.

Namun karena terbang terlalu rendah, Harimau Malaya akhirnya bisa menerkam Garuda. Garuda terkapar dan dicabik-cabik Sang Harimau.

Dalam sepakbola harapan menang selalu ada. Firman Utina, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, dan Christian Gonzales melalui akun twitter-nya menyatakan kalau mereka sanggup menang pada leg kedua di Gelora Bung Karno. Pemain punya harapan besar dan harapan mereka akan sia-sia kalau suporter Indonesia tidak pecaya dengan harapan mereka. Tapi, kalau hasil akhirnya tidak sesuai harapan jangan salahkan pemain dan pelatih. Pasalnya Pasukan Garuda menyerahkan harapannya kepada Tuhan. Maka tagihlah harapan menang itu kepada Yang Kuasa.

Tim sebesar Spanyol pun pernah dalam titik nadir saat dikalahkan Swiss 1-0 di babak penyisihan grup H. Di saat terpuruk itulah metal yang diuji. Menyalahkan keadaan hanya memperburuk kondisi psikologis. Dan saya pikir Rield sduah mengevaluasi habis-habisan timnya.

Saya akan tetap mendukung Garuda di GBK pada 29 Desember nanti. Saya mau melepas logika. Saya tak mau banyak berharap kepada pemain. Sebagai orang beragama saya hanya berharap kepada-Nya. Pemain adalah media untuk mencapai harapan saya dan semua suporter Indonesia. Kalau pun nanti Garuda tetap kalah, saya akan bertepuk tangan untuk Garuda dan juga TIM MALAYSIA.

Garuda 15

3 Komentar

Firman Utina

Mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 29 untuk wakil kapten tim nasional Indonesia Firman Utina. Selamat ulang tahun mas bro. Berikan yang terbaik bagi bangsa.

PS: sekarang saya tahu mengapa dia selalu pakai nomor 15 🙂

Rahmat

Tinggalkan komentar

Melihat ‘sweeping’ anggota organisasi masyarakat (ormas) Islam yang bertindak semena-meda terhadap jemaah HKBP di Racaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/12) membuat saya resah. Sebagai umat Islam saya merasa malu terhadap kelakuan saudara-saudara kita yang mengaku seiman dan seagama tersebut.

Komentar pedas, miring, dan hujatan muncul di situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. Dalam hati saya bertanya… kenapa teman-teman dan tokoh-tokoh di jejariing sosial itu jadi menebar kebencian kepada pelaku ‘sweeping’ tersebut? Ah sudahlah.

Akibat aksi raia di Bandung itu, saya terpaksa meminta maaf kepada teman saya yang non muslim. Berlebihan? Tak mengapa. Saya hanya merefleksikan kegelisahan yang saya rasakan.

Di tengah misuh-misuh aksi ‘sweeping’ Gus Mus di akun Twitter-nya @gusmusgusmu memberikan ulasan tetang #RAHMAT. KH. Dr. A. Mustofa Bisri, begitu nama aslinya, mengajarkan tentang mengasihi sesama. Berikut cupikan kultwit yang berhasil saya kumpulkan dari twitter, semoga bermafaat.

#RAHMAT 1. Kata RAHMAT (yg menurut KBBI berarti BELAS KASIH atau KURNIA) dan RAHMAH yg berarti KASIH SAYANG, berasal dari bahasa Arab رحمة.

#RAHMAT 2. Bermula dari akar kata: r, h, m, rahmatan. RAHMAAN dan RAHIIM dalam Basmalah berasal kata ini juga. Kata RAHIMA, YARHAMU, IRHAM

#RAHMAT 3. RAHMAT, sebagaimana ARRAHMAAN dan ARRAHIIM, banyak sekali disebut di dalam Al-Qur’an. Misalnya di Q. 6: 12 dan 54 yg menyatakan..

#RAHMAT 4. bahwa IA telah menetapkan atas diriNYa rahmah atau kasih sayang. Di dalam hadis shahih, disebutkan bhwTuhan memiliki 100 rahmah

#RAHMAT 5. atau kasih sayang; 99 di antaranya, disimpan sendiri olehNya bagi merahmati makhluk2Nya, dan 1 IA berikan kpd makhlukNya. Dari

#RAHMAT 6. yg 1 ini, a.l ibu mengasihsayangi anaknya; kekasih mengasihi kekasihnya, hingga kuda yg hati2 meletakkan kakinya karena khawatir

#RAHMAT 7. menginjak anaknya. Bayangkan betapa besar rahmat atau kasihsayang Tuhan! Seperti diketahui IA mengutus Nabi Muhammad SAW se-mata2

#RAHMAT 8. utk merahmati alamsemesta, RAHMATAN LIL’AALAMIIN. (Q. 21: 107) Beliau sendiri menamai dirinya NABIYYUR RAHMAH, Nabi Kasihsayang.

#RAHMAT 9. Al-Qur’an sendiri memerikan Nabi Muhammad SAW a.l sebagai pemimpin yang penuh kasih sayang (Q. 9: 128). Banyak sekali hadis yang

#RAHMAT 10. yg menjelaskan pentingnya rahmah atau KASIH SAYANG; misalnya hadis shahih, “Man laa yarhamu laa yurhamu”, Siapa tdk menyayang..

#RAHMAT 11. tak disayang. Ulama menafsirkan siapa yg tidak memiliki kasih sayang kepada makhluk Tuhan, tidak akan dikasihsayangi Tuhan.

#RAHMAT 12. “Innama yarhamuLlahu min ‘ibaadihi ar-ruhamaa”, Allah hanya merahmati, mengasihsayangi orang2 yang pengasih. “Irhamuu man fil-

#RAHMAT 13. ardhi yarhmkum man fis-samaa”, Sayangilah mereka yg ada di bumi, maka kalian akan disayangi mereka yg di langit. Menurut Ibnu..

#RAHMAT 14. Batthaal (Ali Ibn Khalaf w. 449) penyarahnya Bukhari, hadis ini merupakan anjuran untuk membelas-kasihani siapa saja, termasuk

#RAHMAT 15. orang kafir dan binatang. “Laa tunza’u ar-rahmatu illa min syaqiyy”, Kasih sayang tidak dicabut (oleh Tuhan) kecuali dari diri..

#RAHMAT 16. orang CELAKA. (celaka disini kaitannya dg tdk mendapat rahmatNya kelak) Na’udzu bilahi min dzaik. Mudah2an hati kita dianugerahi

#RAHMAT 17. RAHMAT, RAHMAH, atau KASIH SAYANG dan dijauhkan dari DENGKI dan KEBENCIAN terhadap sesama hamba Tuhan. Amin ya Rabbal’alamiin.

Dan semoga saudara-saudara kita di ormas Islam mampu mereflesksikan apa yang diuraikan oleh Gus Mus. Amin