jiffest

Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest), 5 Desember 2008 resmi digelar. Persipan menggelar JiFFest ke 10 ini sebenarnya sudah matang dari jauh hari. Namun ada perbedaan mencolok pada pemutaran kali ini. Jadwal JiFFest yang biasanya digelar selama 10 hari, kali ini dipangkas setengahnya menjadi 5 hari saja. Alasannya simpel: krisis ekonomi global. Pasalnya ada sponsor (maaf saya tak menyebutkan namanya) yang biasanya memberikan dana 50%, tahun ini hanya bisa membuka kucuran fulusnya 20% saja. Semoga dengan berkurangnya dana operasinal ini tak lantas mengurangi jumlah pengunjung yang datang. Semoga.

JiFFest tahun ini mengusung tema: 10 Years of Indonesian Film Revival. Tak terasa indusrti film Indonesia sudah “bangkit dari kubur” selama 10 tahun. Dan untuk menghargainya, JiFFest bakal memutar 10 film terlaris Indonesia dalam 1 dekade terakhir. Film karya sineas anak bangsa yang berhasil meraup jutaan penonton seperti Ada Apa Dengan Cinta, Jelangkung, Petualangan Sherina, Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan lain-lain bakal diputar. Mungkin ada sebagian dari Anda yang sudah menontonnya. Namun kali ini film-film Indonesia itu diputar gratis di kineforum TIM dari tanggal 5 sampai 9 Desember. Tertarik?

Seperti biasa, pasti ada film pembukaan di setiap festival film internasional. Dan JiFFest memilih Burn After Reading karya The Coen Brothers. Setelah sukses meraih gelar Acadmy Award tahun ini dengan No Country for Old Men, Joel dan Ethan Coen kembali ke khitah. Membuat film ber-budget rendah dengan cerita absurb. Burn After reading sendiri dibintangi aktor papan atas Hollywood seperti Brad Pitt, George Clooney, Frances McDormand, dan John Malkovich. Bagaimana plot film ini? Silakan tonton sendiri.

Film lain yang menurut saya bagus adalah I’m Not There. Film ini bercerita tentang biografi Bob Dylan, musisi rock country kebanggan Amerika Serikat. Yang membuat film karya Todd Haynes ini beda adalah alter ego Bob Dylan yang diperankan 6 aktor berbeda. Peran paling menohok yaitu peran Bob Dylan yang dimainkan Cate Blanchett. Ya, ia seorang perempuan yang memerankan Dylan. Penasaran? Silakan tonton. Oia, Chritian Bale, Richerd Gere, dan Heat Ledger juga ambil bagian dalam memerankan Bob Dylan. Makin menarik saja.

Yang menarik adalah film pamungkasnya. Woody Allen kembali menunjukkan taringnya sebagai film maker handal. Vicky Cristina Barcelona dipilih untuk mengakhiri rentetan JiFFest tahun ini. Film romantis yang diperankan Javier Bardeem, Scarlett Johansson, dan Penelope Cruz ini mengambil setting kota pesisir Spanyol Barcelona. Kritikus film banyak memuji film ini dengan memberikan 80% rating di Rotten Tomatoes. Vicky Cristina Barcelona merupakan trilogi kolaborasi Allen dengan Scarlett Johansson. Sebelumnya ada Scoop dan Match Point yang keduanya tidak mengecewakan.

Dari ketiga film di atas yang belum saya tonton hanya Vicky Cristina Barcelona. Tentunya masih ada film lainnya yang layak tonton seperti film asal Jordania Captain Abu Raed dan film Prancis Welcome to the Sticks. Selain film luar saya juga mengincar film lokal. Pilihan jatuh pada Drupadi karya Riri Riza dan Under The Three arahan Garin Nugroho. Itulah 2 film Indonesia yang paling menarik perhatian. Sayang, saya tak dapat meraup info lengkap 2 film itu. Tapi, sampean bisa mengunduh dan membaca resensinya di program guide.

Ada yang mau merapat ke JiFFest? Silakan unduh jadwal filmnya di sini. Sampai bertemu di FX Platinum XXI, Blitz Megaplex Grand Indonesia atau Keneforum TIM. See ya.

Iklan