Terkejut. Itulah yang saya rasakan ketika membaca berita sekolah rubuh di Republik Haiti. Jumlah Korban meninggal yang membuat saya menaruh perhatian besar pada berita ini. Diperkirakan korban meninggal akibat tertimpa bangunan mencapai 90-an orang, korban luka-luka 150-an orang, dan masih ada korban lain yang belum ditemukan sampai tulisan ini saya buat. Miris. Rata-rata dari mereka yang menjadi korban berusia 3 sampai 20 tahun (calon penerus bangsa nih).

Kepala sekolah (yang entah nama sekolahnya apa) ditahan karena lalai dalam melakukan pengawasan pembangunan. Sementara Presiden Haiti Rene Preval dijadikan kambing hitam dalam musibah ini.

sekolah rubuh

Menyedihkan sekali. Karena sebuah kelalaian seseorang, institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk menuntut ilmu dan tempat bermain yang asik malah berputar 180 derajat menjadi “lahan pembantaian”. Ini sesuatu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Kira-kira pemerintah Indonesia mau nggak ya dijadikan kambing hitam kalau rakyatnya ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan?

Berita tekait: disini, disana, dan disina

Iklan