Not Balok

42 Komentar

Posting singkat kali ini. Internet di tempat saya posting sekarang serasa naik becak. Lambat. Dan saya sempat chat dengan seorang blogger Surabaya dan Medan. Ternyata mereka mengeluhkan hal yang sama: Speedy error. Ada yang tahu kenapa? Eniwei, ini ada satu gambar menarik yang saya catut dari forum fotografi: dockera. Berikut gambarnya:

sex not

Hayo, berapa not yang sudah sampean coba? :mrgreen:

*internet leled, upload gambar leled, compalin ditanggapinnya leled. Spedol: Speedy dodol*

Iklan

Pro Bono

40 Komentar

blogor

Akhirnya talkshow yang diadakan komunitas bloger Bogor (blogor) terlaksana juga. Sempat tertatih-tatih di pertengahan, namun memasuki hari H, Sabtu (15/11) semuanya berjalan lancar. Acungan jempol untuk semua panitia yang sudah menghabiskan makan bekerja siang malam demi suksesnya acara ini.

Perlu diketahui pekerjaan ini adalah Pro Bono (meminjam kalimat yang pernah dipakai mas Iman Brotoseno). Artinya panitia tak mendapat bayaran sepeser pun dalam menggelar acara ini. Panitia rela meluangkan waktu setiap hari Minggu untuk rapat dan meyebarkan publikasi dari Senin hingga Jumat ke semua penjuru kota Bogor. Padahal mereka juga punya kegitan masing-masing yang tak bisa ditinggalkan. Seperti kuliah, pekerjaan kantor, dan mengurus rumah tangga. Hebat.

Di akhir acara tak ada panitia yang memasang wajah kelelahan atau kecewa. Semuanya tampak puas dan sumringah. Pada briefing panita usai acara, Pak Hartanto memberikan ucapan penutup yang bagus. “Saya salut sama komunitas ini. Baru beberapa bulan terbentuk dan kita belum saling kenal, tapi entah kenapa hari ini saya dan mungkin teman-teman semua merasa sudah kenal lama. Ini luar bisanya,” katanya. “Oke, hal seperti ini (acara berjalan lancar) merupakan hal yang biasa. Kita jangan terlalu larut dalam kesenangan. Yang perlu kita bangun adalah semangat. Masalahnya membangun semangat seperti ini tak pernah mudah,” begitu yang saya tangkap.

Saya, teman-teman blogor, dan mungkin Anda tak akan pernah tahu kapan semangat ini akan padam. Blogor harus bisa mempertahankan semangat seperti ini. Teruslah belajar teman-teman. Kredit khusus buat semua anggota blogor. Sukses selalu. Semoga komunitas ini bisa membuat aksi yang lebih baik lagi.

Oia, Hangga kapan nih latihan menembak sama mancing ikannya? Kabarin yah. Ada yang mau ikut?

foto lain bisa dilihat di sini.

The Godfather

37 Komentar

SoehartoMasih belum tahu, saya harus memutuskan apa saat Soeharto meninggal dunia awal tahun ini. Pahlawankah? Penjahatkah? Atau hanya orang tua yang lama berkuasa di Indonesia, digulingkan rakyatnya, lalu meninggal dunia? Oia satu lagi: menyisakan banyak masalah yang belum terselesaikan di negara ini. Ada yang bisa bantu?

Beberapa waktu lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menayangkan iklan politik untuk edisi hari pahlawan. Di iklan itu Soeharto disejajarkan dengan Soekarno, KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, KH Hasyim Asy’ari, Muhammad Natsir, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman. Di akhir iklan tersemat pesan mereka adalah guru bangsa dan pahlawan. Sontak protes beragam pun menghujani kubu PKS. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan keputusan PKS yang mentasbihkan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Walaupun sebenarnya tak ada salahnya juga PKS bersikap seperti itu.

Hal ini menjadi menarik. Beberapa kolom media cetak lalu membahasnya. Sebagian ada yang berpikir PKS itu melawan arus. Disaat rencana PKS bakal mengusung pemimpin muda dalam pemilu mendatang, mereka malah “melawan kemudaan”. Maksudnya pemimpin muda bisa saja lahir generasi yang menggulingkan Soeharto (generasi 1998). Dengan dipilihnya Soeharto sebagai pahlawan oleh PKS, bisa-bisa menimbulkan sikap apatis dari angkatan ’98 terhadap partai Islam terbesar di Indonesia itu pada pemilu nanti.

Ya, begitulah

Lahan Pembantaian

33 Komentar

Terkejut. Itulah yang saya rasakan ketika membaca berita sekolah rubuh di Republik Haiti. Jumlah Korban meninggal yang membuat saya menaruh perhatian besar pada berita ini. Diperkirakan korban meninggal akibat tertimpa bangunan mencapai 90-an orang, korban luka-luka 150-an orang, dan masih ada korban lain yang belum ditemukan sampai tulisan ini saya buat. Miris. Rata-rata dari mereka yang menjadi korban berusia 3 sampai 20 tahun (calon penerus bangsa nih).

Kepala sekolah (yang entah nama sekolahnya apa) ditahan karena lalai dalam melakukan pengawasan pembangunan. Sementara Presiden Haiti Rene Preval dijadikan kambing hitam dalam musibah ini.

sekolah rubuh

Menyedihkan sekali. Karena sebuah kelalaian seseorang, institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk menuntut ilmu dan tempat bermain yang asik malah berputar 180 derajat menjadi “lahan pembantaian”. Ini sesuatu yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Kira-kira pemerintah Indonesia mau nggak ya dijadikan kambing hitam kalau rakyatnya ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan?

Berita tekait: disini, disana, dan disina

Skeptikal

38 Komentar

Obama

Masih dalam euforia kemenangan Barack Hussein Obama pada pemilihan Presiden Ameria Serikat. Saya jadi ikutan latah memberitakan sukses Obama itu.

Mencoba mencari sisi lain dari kemenangan Obama ternyata tak mudah. Ingin sekedar memberi ucapan selamat dan foto sepertinya ada yang kurang. Berkelanalah saya ke kantor berita luar negeri dan berharap mendapat sebongkah emas. Saya malah menemukan surat ucapan selamat dari Nelson Mandela pada Senator Obama.

beginilah bunyi surat itu

Semangat Baru

59 Komentar

Judul album Sheila on 7 (SO7) yang ke 6 (dalam hitungan saya) punya makna yang dalam. Menentukan Arah, menurut saya mengandung filosofi yang tak sembarangan buat band sekaliber Sheila on 7.

Setelah rilis album 507 (2006) band asal Yogyakarta ini seperti kehilangan kompasnya. Kapal mereka berlayar ke arah yang tak semestinya. Berbagai masalah menghantam di lambung kapal. Dari Erros yang berlayar sendiri sampai Sakti yang keluar dari “armada perang Sheila”. Ini sempat membuat kemudi mereka goyah. Tapi itu bukan masalah. Kapten SO7 itu dipegang Duta dan navigator-nya Erros (tanpa ada maksud merendahkan Sakti). Kalau salah satu awak itu menanggalkan mikrofon dan gitarnya, baru SO7 saya anggap karam.

Saya sempat murtad dan tak mengakui SO7 ada selepas album Pejantan Tangguh (2004) keluar.  Band Independen yang muncul ke permukaan membuat saya kepincut. Dengan menjual idealisme, band “bawah tanah” itu mulai mengikis selera musik saya pada grup musik macam Sheila on 7 dan musik mainstream lainnya. Tentu saja band arus utama seperti Nidji, Samsons, Peterpan, Andra and The Backbone, dan lain-lain tetap saya perhatikan gerak langkahnya. Tapi saya tak pernah sangat suka dengan mereka.

Hancurkah SO7 di mata saya? Tidak! Adam dan kawan-kawan cerdas dengan vakum sejenak sambil waspada memperhatikan pasar mereka yang sudah direnggut band lain. Lalu munculah album Menentukan Arah ini. Sebuah pengukuhan dari Erros dan kawan-kawan yang ingin mengatakan kalimat eksistensi: Inilah arah yang kami ambil.

SO7 tak perlu neko-neko di album ini. Biarlah band Jogja lainnya yang berubah halauan. Tak perlu sentuhan piranti musik elektronik dan improvisasi berlebihan, Sheila on 7 sudah bisa mendapatkan pasarnya kembali. Cukup dengan semangat baru. Atau lebih tepatnya semangat yang dulu. Semangat ketika mereka muncul pertama kali dengan lagu bertajuk Kita dan JAV J.A.P. kegemaran saya dikumandangkan. Selamat datang di haribaan musik Indonesia lagi kawan.

Ah, saya jadi bernostalgia nih. Mendengarkan lagu Sheila on 7 sembari menikmati suasana kota gudeng selepas hujan sepertinya nikmat.