Malam itu Bang Goblog menghampiri Ucrit yang sedang membuka halaman internet di kamarnya. Ia telihat serius menatap layar monitor dan membaca kata-per-kata yang muncul. Rupanya Ucrit sedang membuka halaman blog.

”Kamu sedang baca apa Crit?” tanya Bang Goblog.

Ucrit terkaget! Bang Goblog tiba-tiba muncul dari belakangnya.

”Duh abang jangan bikin kaget dong. Nyebelin! Ini Ucrit lagi baca blog yang isinya tetang pendidikan. Buat tugas di sekolah. Hehe. Bang, Ucrit mau tanya. Abang itu kan blogger, kira-kira ada gak blogger yang bergerak di bidang pendidikan?” tanya Ucrit setengah serius.

Bang Goblog berpikir sejenak. Ia tampak sedikit kepayahan menjelaskan blog pendidikan pada adiknya itu. Ada atau tidak? Bang Goblog merasa tak yakin.

”Sepertinya ada Crit. Abang pernah baca blog yang isinya rumus matematika. Terus abang juga pernah baca blog yang isinya materi kuliah. Uniknya, materi kuliah itu sama seperti jurusan kuliah abang: komunikasi. Jadi abang nggak usah repot-repot baca buku. Hehe,” jelas Bang Goblog

Reaksi Ucrit manggut-manggut. Selama ini ia berpikir blogger itu sama dengan hacker. Ternyata perannya lebih besar dari sekedar mengobok-obok web orang lain. ”Jadi secara nggak langsung blog itu berperan dalam pendidikan ya bang? Ucrit pikir blogger itu sama saja dengan hacker,” tukas Ucrit.

”Bukan crit. Blogger itu nggak sama dengan hacker. Blogger senjata utamanya kata-kata. Mereka berperan serta melalui tulisan. Nah, blogger di Indonesia itu kebanyakan bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Contoh di bidang sosial: komunitas blogger BHI (Jakarta) dan Cah Andong (Yogyakarta) bergerak mengumpulkan 1000 buku untuk didonorkan ke perspustakaan di daerah. Komunitas blogger Benteng (Tanggerang) pernah mengadakan donor darah. Komunitas Loenpia (Semarang) lebih hebat lagi. Mereka menanam mangrove. Terus, nggak ketinggalan Batagor (Bandung). Mereka pernah mengadakan Batagor Amazing Race sekaligus membersihkan sampah di Kota Bandung. Nah kalau di bidang pendidikan, baru-baru ini komunitas Aceh Blogger Community masuk ke sekolah-sekolah untuk sosialisi tentang blog. Sepertinya di Bogor akan melakukan hal yang sama. Oia, komunitas Angin Mamiri (Makassar) sudah membuat buku dan diterbitkan. Itukan salah satu bentuk kontribusi pendidikan juga. Abang yakin masih banyak yang dilakukan komunitas blogger. Abang cuma belum baca beritanya saja,” jelas Si Abang berapi-api.

Terlihat air muka sang adik berubah. Ucrit seperti mendapat pencerahan dari sang kakak, blogger yang katanya kondang di ranah semu itu.

”Wah hebat bener komunitas blogger itu. Ucrit jadi pengin buat blog. Ajarin ya bang? Tapi Ucrit belum tahu mau diisi apa. Kira-kira apa yang cocok buat anak kelas 2 SMA kayak Ucrit?

Si abang berpikir sejenak. Pasalnya ia sudah lama melewati masa SMA-nya. Ia harus berpikir keras dan kembali mengenang kembali masa SMA yang katanya masa paling indah selama hidup.

”Kalau menurut abang isi blog itu harus kreatif dan kritis. Soalnya blogger dinilai dari hasil tulisannya. Untuk anak SMA seperti kamu lebih cocok kalau isinya tentang pendidikan,” kata Bang Goblog.

Seketika itu Ucrit langsung menunjukkan raut muka senyap. Rupanya ia kurang tertarik kalau blog-nya diisi dengan pendidikan. Katanya sih mau keluar dari rutinitasnya sebagai pelajar. Kalau blog isinya pelajaran, sama saja dengan sekolah. Sepertinya tak semua anak SMA itu rajin belajar.

”Maksud abang pendidikan itu bisa macam-macam Crit. Kamu kan tinggal di Bogor, bisa saja isinya tentang kuliner, fotografi tempat wisata, atau masalah sosial di Bogor. Itu kan salah satu bentuk pendidikan juga. Memang sih sudah banyak yang mengangkat kota Bogor di blog. Tapi, kalau kamu ambil dari sudut pandang berbeda tulisan kamu pasti jadi menarik. Semuanya tergantung kreativitas kamu. Ada loh blog anak SMA yang kritis. Contohnya Riri Audiya,” bilang Bang Goblog.

Setelah mendapat kuliah singkat dari BAbg Goblog, sepertinya Ucrit bakal terarik membuat blog yang lebih kreatif dari yang sudah ada. Bang Goblog sepertinya sukses meracuni Sang Adik. ”Oke bang! Ucit mau isi blog Ucrit curhatan hati Ucrit aja. Soalnya Ucrit lagi suka sama cowok. Hihihi.”

Dasar!

Desclaimer

1. Naskah asli tulisan ini dibuat dalam 2 lembar kertas A4. Tulisan ini sudah saya sederhanakan karena ada batasan 150-200 karakter dalam ketentuan lomba (entar berapa karakter yang saya tulis ini).

2. Postingan ini bukan sekedar untuk Pendidikan Bogor. Bisa juga untuk skala nasional (heheh)

3. Saya coba menggabungkan 2 tema menjadi 1 tulisan.

4. Saya memakai gaya tulisan jurnalistik dengan sudut pandang orang ketiga.

5. Terima kasih sudah membaca.

Iklan