“Kebodohan itu dekat dengan kemiskinan.” Itu kata seorang pesohor negeri ini dalam iklan sebuah surat kabar harian. Adakah benar apa yang dia bilang itu? Atau, setidaknya membuat sampean sedikit tersentil? Silakan tafsir sendiri makna di balik kata itu.

Biar setali tiga uang, postingan kali ini, saya bakal mengajak sampean untuk membaca buku. Buku yang saya rekomendasikan ini dekat dengan kemiskinan, sekaligus bisa membuat sampean mengerti cara keluar dari kemiskinan, yang siapa tahu bisa membuat sampean yang baca jadi “penyelamat” bagi kaum rudin di Indonesia. Cover bukunya di bawah ini:

Jelas sekali bukan siapa yang mengarang buku ini?Β  Ya, dialah Muhammad Yunus. Peraih Nobel Perdamaian 2006. Pria kelahiran 28 Juni 1940 itu sukses “mengangkat derajat” kaum miskin di negaranya, Bangladesh. Caranya bukan seperti di negara kita ini yang mencekokki langsung uang (BLT) pada orang tidak mampu, melainkan dengan memberikan pinjaman pada orang miskin tanpa ada agunan. Pokoknya seperti itu (koreksi saya kalau salah), saya juga kurang paham. Namun, seperti tertera pada web Grameen Bank foundation, yang Muhammad Yunus lakukan seperti penjelasan di bawah ini:

We support microfinance programs that enable the poor, mostly women, to lift themselves out of poverty and make better lives for their families. To do this, we partner with a wordwide network of microfinance institutions.

Ingin tahu lebih banyak lagi? Silakan klik web resmi Grameen Foundation.

Sampean juga bisa mengenal lebih jauh Muhammad Yunus dan apa yang dilakukannya pasca meraih nobel Perdamaian, silakan klik web resmi Muhammad Yunus kalau punya waktu luang. Saya berharap di Indonesia ini lahir Muhammad Yunus-Muhammad Yunus yang lain, dengan begitu bisa membantu kerja pemerintah dalam memerangi kemiskinan.

Okelah, cukup sekian. Oia sebelum saya lupa: Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Penanggulangan Kemiskinan Dunia pada tanggal 17 Oktober, juga mendukung Blog Action Day 2008 tentang kemiskinan hari ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima Kasih.

Iklan