Usik Bakrie

24 Komentar

Wimar Witoelar sedikit menyentil Aburizal Bakrie melalui tulisannya yang dimuat Koran Sindo Edisi 20 Oktober 2008. Oia, Wimar juga memuat tulisan itu melalui blognya Perspektif Online. Postingan yang berjudul Menyelamatakan Bakrie, SBY Kelihatan Orde Baru Sejati itu bisa di baca di sini. Dalam artikel itu Wimar menyebut perusahaan Bakrie anti sosial. Sementara Aburizal diangkat Presiden SBY sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial (Menko Kesra).

Orang-orang yang ada di belakang Bakrie sedikit gerah dengan tulisan itu. Pledoi pun dilayangkan. Dua hari kemudian Wimar memposting pembelaan Bakrie yang disampaikan melalui staff khusus Menko Kesra Lalu Mara Satria Wangsa. Postingan yang diberi tajuk Staf Menko Kesra Menjawab: Bakrie lebih nasionalis dari Wimar itu bisa sampean tengok di sini. Saya yakin Wimar membaca pembelaan itu. Namun ia tak menjawab melalui kotak komentar (mungkin sudah secara langsung). Malahan Sandra Dewi ikut berceloteh.

Memangnya kapan Wimar tidak kritis? Sampean mau ikut bersuara? Silakan menuju TKP.

Salam dari Jerman

24 Komentar

Tampak luar: Terlihat megah.

Tampak dalam: Jamaah sedang sujud.

Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT. Atas kebesarannya, Sabtu, 25 Oktober 2008 lalu telah diresmikan Masjid terbesar di Jerman. Masjid yang dibangun di kota Duisburg itu diperkirakan bisa menampung sampai 2000 jamaah lebih. Sekedar informasi, di Jerman sekarang terdapat 3 juta penduduk yang memeluk agama Islam dan masih ada kemungkinan bertambah banyak. Tujuh puluh persen umat muslim di sana berasal dari etnis Turki. Informasi tambahan: saat ini sudah ada 206 Masjid di negeri kanselir Angela Merkel itu, 120 diantaranya dalam proses pembangunan atau dalam perencanaan dibangun. Subhanallah.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Kamu

35 Komentar

Belum genap setahun saya ngeblog. Tapi, dalam hitungan bulan cukup banyak yang saya dapat dari blogspehere. Inspirasi, edukasi, postingan berisi, bahan diskusi, sampai afiliasi beberapa diantaranya yang saya dapat. Tentunya berharap juga tabungan saya terisi.

Teman, salah satu hadiah paling indah yang saya terima dari nge-blog. Sampai-sampai di daftar Y!M saya lebih banyak teman blogger daripada teman saya bergaul setiap hari. Luar biasa.

Postingan ini saya dedikasikan untuk kamu. Iya kamu. Blogger yang membaca tulisan ini. Tulisan kamu begitu luar biasa. Saya hanya bisa menjura dan berharap bisa belajar banyak dari tulisan kamu. Terima kasih.

Selamat hari Blogger nasional kawan. Sampai bertemu di pesta blogger nanti.

Pendidikan Goblog

6 Komentar

Malam itu Bang Goblog menghampiri Ucrit yang sedang membuka halaman internet di kamarnya. Ia telihat serius menatap layar monitor dan membaca kata-per-kata yang muncul. Rupanya Ucrit sedang membuka halaman blog.

Lagi

Italian Job

27 Komentar

Membaca Sportinglife dan halaman olahraga koran cergas tentang David Beckham hari ini (24/10), membuat saya menyeringai. Pasalnya ada berita menyebutkan pada bursa transfer Januari 2009, Becks -sapaan Beckham- akan dipinjamkan klubnya Los Angeles (LA) Galaxy ke AC Milan. Sungguh ironi nasib mantan punggawa Manchester United (MU) ini. Dielu-elukan saat main bersama Setan Merah namun menjelang akhir masa keemasannya tak ada tim yang cocok untuk dirinya.

Keputusan ini diambil Beckham untuk menyelamatkan karirnya di tim nasional Inggris. Dan juga atas saran Fabio Cappello -pelatih Inggris- yang menyuruhnya main di kompetisi yang jadwalnya lebih ketat. Beruntunglah Don Fabio masih mau menyelamatkan karir pemain berusia 33 itu. Sedang sisanya mencibir keputusan “aneh” Beckham yang akan main di Negeri Pizza. Termasuk mantan mentornya di MU: Sir Alex Ferguson.

“ini jelas sebuah kejutan,” tutur Ferguson seperti yang dikutip TimesOnline. “Pergi ke Amerika Serikat, ia tak mendapatkan permainan seperti yang biasa dilakukannya. Di sana levelnya berbeda, bagaimanapun kembali ke permainan sepakbola yang biasa ia lakukan bukan suatu yang baru untuknya. Orang-orang harus mulai terbiasa lagi dengan penampilannya di Eropa.”

Semoga sukses becks dengan italian Job-nya.

Oia, kelakuan usil saya muncul. Membuat polling kecil-kecilan tentang keberadaan bekas pemain Real Madrid itu di Milan. Sekaligus mencoba fitur polling WordPress. Silakan diisi kalau perlu. Ciao.

Ruang Publik

30 Komentar

Tiga orang sahabat; riwil, banci foto, dan kemayu kumpul malam minggu lalu. Meski ketiganya sudah terkontaminasi gaya hidup perkotaan yang hedon, mereka tetap memilih menggelandang dan bercengkrama di kaki lima. Pun alam pikir ketiganya tak semegah embel-embel gelar yang ada di belakang nama mereka: SARJANA.

Malam itu ketiga sok-sokan membahas masalah terkini tentang Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi. Sebut saja nama mereka: Dance, Mance, dan Tince.

Tince: Ada RUU pornografi nih, lo mau ikut dukung gak?
Mance: Ah, lo aja sana yang dukung. Gue nolak.
Dance: (memotong pembicaraan) Gue tau, pornografi buat lo itu penyeimbang hidup kan?
Mance: Betul itu. Tau aja lo.
Dance: kan koleksi lo banyak nyong.
Mance: …..
Tince: Penyeimbang hidup gimana?
Mance: Iya penyeimbang hidup buat gue yang suci ini.
Tince: tae sok suci lo.
Mance: Loh, biarin aja. Daripada mereka yang ngaku suci dan beriman tapi ngebom, ngerusak, ama mukulin orang. Malah bikin malu agamanya sendiri. Mending kayak gue… mengaku setengah suci. Hahaha
Dance: Jah, serius amat ngomongnya.
Mance: abis kalo ngobrol ama lo bedua ujung-ujungnya kalo gak cewek, porno, terus nyambung-nyambung ke roy suryo. Capek gue.
Tince: …..
Dance: ANJRIT!!

Ilustrasi obrolan di atas sering terjadi dalam public sphere. Spasi public sphere biasanya ada di cafe, angkringan, tongkrongan kaki lima, atau apalah tempatnya itu you name it, yang penting anak adam bisa kumpul dan bicara tetek bengek masalahnya masing-masing.

Topik obrolan dalam public sphere tak bisa dikendalikan. Pikiran orang bisa mengawang lalu bicara politik, ekonomi, agama, ras, dan lain-lainnya tanpa ada badan sensor. Mereka juga bebas membuat opini sepihak, menghakimi, dan mendiskreditkan sebuah institusi pemerintah, komunitas, dan “orang beken” tanpa ada toleransi. Seorang presiden pun boleh dihina dan dicaci jika mau.

Separah itukah public sphere? Iya. Lah… siapa juga yang mau menangkap orang-orang bicara ngawur itu? Yang berwenang? Siapa?

Dalam sebuah mata kuliah saya pernah ditanya dosen. Bagaimana kalau public sphere dimata-matai? Saya tak tahu jawab apa. Kemudian si dosen itu lugas menjawab. “Cafe-cafe itu nggak akan laku. Terus kita-kita yang ngobrol nggak karuan menjelek-jelekan sesuatu tadi bakal dipenjara karena tuduhan pencemaran nama baik.” KONYOL!!

Masa iya kalau saya keceplosan ngomong A**ad Dh*** itu banyak omong kosong, sok tau, dan goblok, bakal dipenjara? *ooppss* MORON!

dondanang [bertanya-tanya] apa blogsphere bakal seperti public sphere?

Asalkan jangan berujung kasus seperti ini silakan saja. Kritis boleh tapi jangan kebablasan. Oke? Happy writing guys.

Bodoh = Miskin(?)

39 Komentar

“Kebodohan itu dekat dengan kemiskinan.” Itu kata seorang pesohor negeri ini dalam iklan sebuah surat kabar harian. Adakah benar apa yang dia bilang itu? Atau, setidaknya membuat sampean sedikit tersentil? Silakan tafsir sendiri makna di balik kata itu.

Biar setali tiga uang, postingan kali ini, saya bakal mengajak sampean untuk membaca buku. Buku yang saya rekomendasikan ini dekat dengan kemiskinan, sekaligus bisa membuat sampean mengerti cara keluar dari kemiskinan, yang siapa tahu bisa membuat sampean yang baca jadi “penyelamat” bagi kaum rudin di Indonesia. Cover bukunya di bawah ini:

Jelas sekali bukan siapa yang mengarang buku ini?  Ya, dialah Muhammad Yunus. Peraih Nobel Perdamaian 2006. Pria kelahiran 28 Juni 1940 itu sukses “mengangkat derajat” kaum miskin di negaranya, Bangladesh. Caranya bukan seperti di negara kita ini yang mencekokki langsung uang (BLT) pada orang tidak mampu, melainkan dengan memberikan pinjaman pada orang miskin tanpa ada agunan. Pokoknya seperti itu (koreksi saya kalau salah), saya juga kurang paham. Namun, seperti tertera pada web Grameen Bank foundation, yang Muhammad Yunus lakukan seperti penjelasan di bawah ini:

We support microfinance programs that enable the poor, mostly women, to lift themselves out of poverty and make better lives for their families. To do this, we partner with a wordwide network of microfinance institutions.

Ingin tahu lebih banyak lagi? Silakan klik web resmi Grameen Foundation.

Sampean juga bisa mengenal lebih jauh Muhammad Yunus dan apa yang dilakukannya pasca meraih nobel Perdamaian, silakan klik web resmi Muhammad Yunus kalau punya waktu luang. Saya berharap di Indonesia ini lahir Muhammad Yunus-Muhammad Yunus yang lain, dengan begitu bisa membantu kerja pemerintah dalam memerangi kemiskinan.

Okelah, cukup sekian. Oia sebelum saya lupa: Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Penanggulangan Kemiskinan Dunia pada tanggal 17 Oktober, juga mendukung Blog Action Day 2008 tentang kemiskinan hari ini. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima Kasih.