Masih belum tahu, saya harus memutuskan apa saat Soeharto meninggal dunia awal tahun ini. Pahlawankah? Penjahatkah? Atau hanya orang tua yang lama berkuasa di Indonesia, digulingkan rakyatnya, lalu meninggal dunia? Oia satu lagi: menyisakan banyak masalah yang belum terselesaikan di negara ini. Ada yang bisa bantu?
Beberapa waktu lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menayangkan iklan politik untuk edisi hari pahlawan. Di iklan itu Soeharto disejajarkan dengan Soekarno, KH Ahmad Dahlan, Bung Tomo, KH Hasyim Asy’ari, Muhammad Natsir, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman. Di akhir iklan tersemat pesan mereka adalah guru bangsa dan pahlawan. Sontak protes beragam pun menghujani kubu PKS. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan keputusan PKS yang mentasbihkan Soeharto sebagai pahlawan bangsa. Walaupun sebenarnya tak ada salahnya juga PKS bersikap seperti itu.
Hal ini menjadi menarik. Beberapa kolom media cetak lalu membahasnya. Sebagian ada yang berpikir PKS itu melawan arus. Disaat rencana PKS bakal mengusung pemimpin muda dalam pemilu mendatang, mereka malah “melawan kemudaan”. Maksudnya pemimpin muda bisa saja lahir generasi yang menggulingkan Soeharto (generasi 1998). Dengan dipilihnya Soeharto sebagai pahlawan oleh PKS, bisa-bisa menimbulkan sikap apatis dari angkatan ’98 terhadap partai Islam terbesar di Indonesia itu pada pemilu nanti.
Generasi ’98 merupakan generasi eksponen dalam sejarah bangsa ini. Saya punya 2 kenalan yang telibat langsung pada peristiwa maut 1998 itu. Saat itu mereka masih berstatus mahasiswa Unpad dan UI. Yang dari Unpad, saat di televisi menanyangkan detik-detik kematian Soeharto, ia bersikap antipati. “Ngapain sih Soeharto meninggal aja ditayangin. Gak guna tau gak. Dia tuh kaya tahik. Negara kita ancur gini kan gara-gara dia,” ujarnya. Saya hanya tersenyum ketus mendengar kata “manisnya”. Dan mencoba setuju dengan ucapannya.
Setali tiga uang, yang dari UI pun bersikap sama. Saat bertandang ke rumahnya di bilangan senayan, televisi sedang menyiarkan prosesi pemakaman penguasa orde baru itu. “Ah, masih Soeharto yah? Males banget nontonnya.” Ia pun ngeloyor keluar dan membaca koran. Padahal isi korannya juga tentang Soeharto. Aneh.
Itu mungkin sikap sentimen dari mereka. Entahlah. Tapi beda 180 derajat dengan teman sekantor saya yang sudah berusia fifty somethin’. Rupanya ia salah satu orang yang meneguk sukses selama Soeharto memimpin. Mengenang romantisme masa lalu, ia pun membeberkan yang baik-baik mengenai presiden kedua RI itu. “Soeharto itu hebat loh. Waktu dia jadi Presiden dollar stabil. Terus petani makmur, Pokoknya saya nggak ngerasain yang aneh-aneh kayak sekarang,” begitu yang saya tangkap.
Lalu bagaimana sikap orang yang hidup setelah era ’98 menilai Pak Harto? Tak tahu. Tapi saya sempat menyeringai saat ada mahasiswa ibukota yang mengenakan kaus bertuliskan The Godfather. Dari kejauhan, saya mengenali itu memang kaus The Godfather. Dengan gambar guratan wajah seseorang. Tapi setelah didekati ilustrasi wajah yang tersablon bukan Marlon Brando atau Al Pacino. Melain sketsa wajah Soeharto. Soeharto Corleone? Saya kecele.
Apa iya Soeharto itu pantas diberi gelar “The Godfather”? Dalam film karya Francis Ford Coppola yang diangkat dari novel Mario Puzo berjudul sama itu, seorang Godfather dikenal untouchable. Dihormati kawan, disegani lawan. Orang-orang rasa benci karena operasi kejahatannya. Tapi sebagian menilai ia sebagai hero. Keluarga besar, anak cucu, dan kroninya. Menurut sampean?
“Keep your friends close, but your enemies closer.” – Michael Corleone (The Godfather: Part II)
Nov 14, 2008 @ 16:53:53
nama don muncul karena saya film favorit saya The Godfather. BTW, postingannya koq gak nyambung yah? Hmm bodo ahh
Nov 14, 2008 @ 17:20:38
dilema memang..
walaupun soeharto yang bertanggung jawab atas kerugian negara di masa lalu, tapi gak bisa dipungkiri klo dia emang berjasa membangun indonesia..
Nov 14, 2008 @ 21:21:11
kemarin saya jogging ke jl cendana loh. hehehe….gak penting ya?
aseli itu lokasi diprotect banget. untung masih pagi buta jadi saya gak diperiksa…
*pengalaman yang unik
Nov 15, 2008 @ 02:05:17
Jaman Soeharto selain dollar stabil, saya juga merasa lebih aman dibanding sekarang.
Gak tau kenapa, anak muda banyak membenci Soeharto. Yang saya pikirkan sih, perasaan benci itu datang darimana?
Hati sendiri? Hanya ikut-ikutan membenci? Doktrin dari seseorang?
Ini adalah misteri yang harus dipecahkan, Watson.
Nov 15, 2008 @ 03:14:23
prinsipnya gini..kalo dulu orang bilang Suharto itu ndak bagus..tapi itu msih mending cuman dia and kroni2nya..lha kalo sekarang..semuanya penjahit..eh penjahat dari dewan ampe camat..jadi kalo saya suruh milih..mendingan jaman dulu lah.
Nov 15, 2008 @ 06:05:52
jika untuk sanak saudara maupun kerabat yg pernah dekat dengan dia mungkin bisa but if dia di sisi film si Godfather kayaknya janagn ya,bang..karena film itu film favoritku dari sd dulu….halah commendnya kepanjangan ya,bang.hehehe..
salam hangat selalu
Nov 15, 2008 @ 09:11:14
Yoi.yoi.dah. Pak.harto.emang.berjasa.bgd.Bgi.negara.kita. Gak.bsa.dipungkiri.. meskipun.ada.juga.kerugian.yg.beliau.perbuat..
Nov 15, 2008 @ 09:21:02
sama tuh..nyokap gw juga demen soeharto.katanya pas jaman soeharto ga ada yg mahal.. ga ada acara aneh2 (lah org nyebarin berita aneh langsung ditangkap)..
tapi klo gw menilai..gw lbih ga suka sama anak2nya.. dah bapaknya meninggal, amalin tuh semua warisan bapaknya.. biar ga banyak utang ma negara.. (berapi-api mode on)
Nov 15, 2008 @ 12:05:19
Waa.. saya ga mau komentar dh ttg ‘almarhum’.
Pamali ng0m0ngin org meninggal.
Yg mw sy k0men adalah adanya perbedaan penulisan Soeharto pada beberapa scene d blog ini,spt Soeharo,dll.
Itu saja
Best regard..(halah)
Nov 15, 2008 @ 12:17:04
Dilema ….
… dilema banget kalau bahas soal ini …
Dosen saya sih bilangnya *wah mencari tameng dosen* hehehehe, well, anyway, beliau bilang, sebenernya kalau Soeharto tetep pada pendiriannya pada awal-awal tahun ia memerintah Indonesia tidak akan seperti ini kejadiannya, katanya sih terlalu banyak yang membisiki, dan yang bisikan itu yang buruk … dan karena anak-anaknya sudah kadung dari kecil udah pasti kaya tujuh turunan, mereka jadi merasa di atas dan nggak ngeliat yang di bawah …
Saya sih, ngikutin alur aja
Nov 15, 2008 @ 13:09:39
kalo salah ya di hukum
kalo layak diberi penghargaan, ya berikanlah
dondanang [bilang] setuju man
Nov 15, 2008 @ 14:41:02
hemm. sulit juga yah. di satu sisi beliau udah berperan banyak buat membangun indonesia, di lain sisi dia juga korupsi. ckckck~ yaa namanya juga manusia~
Nov 16, 2008 @ 01:10:56
walaupun ada kesalahan yang beliau perbuat tetapi tidak sedikit pula jasa2 yang telah dilakukannya buat indonesia
Nov 16, 2008 @ 01:12:59
ah..
tahun 98 umur gw masih 5 taun.. gak ngerti ah.
Nov 16, 2008 @ 06:23:53
Penduduk Desa saya sangat Menyukai Pak Harto, Nggak tahu alasanya apa ..
Nov 16, 2008 @ 08:48:55
hooo….
emang setali tiga uang…dan dilemma…
saya juga loh mas… sering berpikir gitu…. Soeharto di samping berjasa, juga meninggalkan kehancuran bagi negara ini dan pertanyaan yang masih tanda tanya….
Kalau pembantu rumah tangga saya senang dengan kepemimpinan soeharto, yang… walaupun mereka hidup susah, tapi nggak harus ngerasain yang namanya kelaparan, kebingungan minyak naik dan lain-lain.
Tapi masalahnya soeharto menjaga hal itu stabil tak lain dan tak bukan dari hutang sana sini ke negara lain kan??
Jadi sama aja kita itu di manja dengan berbagai subsidi dari pemerintah. Jadi kayak anak kecil yang disuapin.
Memang kalau mau berubah itu tidak bisa cepat, tidak bisa instan, tidak bisa enak. Negara-negara maju, juga mengalami yang namanya kesusahan kan. Pada zaman revolusi Inggris, dan Perancis, mereka juga mengalami apa yang kita alami sekarang ini kan. jadi kalau ingin jadi negara maju, selain harus moralnya di perbaiki, yah tingkat pendidikannya… Kan menjadi maju dan menjadi kaya itu takes time. tinggal kita aja yang menentukan, mau jadi negara maju yang cepat atau yang lama.
Agak OOT nih, saya juga terkadang sebal dengan pernyataan mahasiswa yang meminta turun suatu presiden yang sedang bertugas. Bukan saya benci mahasiswa… cuma terkadang mereka bgtu menunjukkan jiwa anak muda yang tidak sabaran dan menggebu-gebu. Ingat perubahan itu tidak bisa di capai dalam waktu hanya 10 tahun… dan presiden itu manusia, bukan tuhan yang bisa mengubah keadaaan sesuka hatinya. Dengan sekelumit masalah yang ada di Indonesia, perbedaan dan luasnya wilayah Indonessia….
Hayah…..
panjang amat….
hehehe
gitu aja dariku ah…
dondanang [bilang] wah analisanya panjang. Darah muda emang mengebu-gebu. Tapi gak ada yang salah sama mereka. Tapi Ini salah satu bentuk demokarasi. Kalo gak ada demo pemerintah bisa jalan sesukanya
Nov 16, 2008 @ 09:40:11
yah kembali lagi kita ke orang dan zamannya… karena masing2 orang memliki cara pandang yg berbeda. Begitu juga zaman juga bisa berbeda waktu dalam menilai seseorang.
SOeharto adalah pahlawan atau bukan? anda layak menilainya
dondanang [bilang] ah saya penilaian saya terhadap seseorang diketahui. Ntar dibilang sok.
Nov 16, 2008 @ 11:56:32
Soeharto..cuma manusia yang tak pernah sempurna…
Nov 16, 2008 @ 12:46:01
hehehe…dulu waktu thn 1998, tepatnya waktu aQ msh smp, aQ sempat kagum n salut sama mahasiswa era 98 yg terlibat langsung waktu penggulingan orde baru, dan g nyangka, sekarang malah jadian sama salah satu mahasiswa yang Qsematkan sebagai pahlwan reformasi tsb. Tapi sayangnya, cowQ ini malah menyesalkan ‘demo besar2an’ tsb, beda dgn teman mas dondanang td yg dr UI n Unpad. CowQ cm bilang 1 kata..menyesal..karena setelah pergantian reformasi, keadaan tidak lagi sebaik zamannya Soeharto, suasana tidak lagi kondusif, pendidikan menjadi sgt mahal, tingkat kemiskinan merajalela, BBM mahalnya bukan kepalang, belum lagi didikan pemerintah trhdp masyarakat yg dinilai membodohi masyarakat, terutama dlm pembagian BLT yang dianggap sngt tidak mendidik moral bangsa…Harus seprti itukah perjuangan pr pahlawan reformasi yang berakhir tragis seperti keadaan skrg ini…hm….biar gmn pun juga zaman orde baru juga pernah memberi masyarakat sebuah keadaan yg lebih baik dari sekarang… hehe
Nov 16, 2008 @ 14:05:29
Hmm,…
Bolehlah punya jasa, tapi tidak klo Pahlawan…
Nov 16, 2008 @ 14:16:06
klo menurut lo sendiri, soeharto pantes ga disejajarkan denga tokoh lain sebagai pahlawan? *wihihihi nanya balik nih..
Nov 16, 2008 @ 14:17:52
yang jelas dia cuman manusia yang sudah meninggal…
meninggalkan banyak hutang,…..
dia adalh orang yang cerdas berpolitik, krn mampu berkuasa 32 tahun….
kekuatan dia sngat dikagumi, knp dollar stabil ?!? krn dia juga pro ma barat ….
klo kontra ma barat, !?kagak tau deh …
Nov 16, 2008 @ 17:10:21
bapak ituh idola sayah lhoo….
the smiling general nya itu lohh …
Nov 16, 2008 @ 17:34:26
secara pribadi saya mengagumi beliau, untuk urusan salah atau benar hanya Sang Pemilik Kehidupan yg layak menentukan. Bangga kala sanga ayah (alm) mendapat kesempatan mendapat penghargaan dari Beliau sebagai Petani Ikan Teladan Nasional. Dahulu kala banyak sekali berbagai penghargaan yg disampaikan ke masyarakat, apapun tujuan dari penghargaaan itu yg pasti bagi yang menerima suatu kebanggaan dan menjadi motivasi untuk lebih baik lagi. salam
Nov 17, 2008 @ 01:47:55
@ kucingkeren Iyah memang tak ada manusia yang sempurna.
@ sarahtidaksendiri penyesalan memang dateng belakangan. Keadaan memang sudah begini. Tugas kita adalah memperbaikinya
@ wong bagoes jasanya memang ada. Pahlawan?
@ afwan auliar dia memang pro barat. Soeharto tidak mau meneruskan perjuangan Soekarno yang tidak suka dengan barat
@ Muda Benatara halah sama-sama tersenyum nih fotonya
@ dee menurut saya dia itu … coba ambil kesimpulan aja dari tulisan ini
@ ibu desi iyah, keadaan sekarang memang harus dijadikan motivasi. Oia orang tua saya juga suka Soeherto
Nov 17, 2008 @ 04:09:34
*menunggu postingan hasil talkshow kemaren*
dondanang [bilang] nunggu foto di upload dolo ma yang lain. udah?
Nov 17, 2008 @ 04:44:16
Saya malah jadi teringat dengan khutbah Jumat yang disampaikan oleh KH Ali Yafie, yang kurang lebihnya sebagai berikut: Dosa kita ada dua, yang pertama bisa dihapuskan kalau kita memohon ampun (taubat) melalui doa dan amalan keseharian (tapi ini juga kalau Allah mengampuni). Sedangkan yang kedua tidak berdasarkan hukum Allah semata melainkan kepada siapa dia berdosa. Kalau kepada seseorang, ya minta maaf dululah kepadanya baru bertaubat kepada Allah. Lalu, bagaimana kalau dosanya kepada rakyat banyak?
Semoga saja dosa kita diperlihatkan dan dibalas ketika di dunia, jangan ditagih ketika di akhirat. Kalau di akhirat, semua amalan kebaikan kita harus dibayarkan kepada yang kita zalimi. Kalau sudah habis, maka dosa orang yang kita zalimi akan berpindah ke kita. Naudzubillah….
Nov 17, 2008 @ 08:24:59
Numpang baca aja deeeh… Lagi gak muuut koment. hehhe…
Nov 17, 2008 @ 08:30:07
wah nang, karna orangnya udah meninggal jadi gw cuman mau ngomongin yang abe2 aja tentang beliau..
dari dulu gw itu paling ngefans sama pak harto, yah gw yang anak kampung pasti ngerasain sejahteranya perkampungan gw waktu dulu indonesia di pimpin Soeharto.
itu benar, he is the Godfather..
Nov 17, 2008 @ 09:32:08
i’m afraid to keep my enemies closer, kawan. huehehehehehehe
Nov 17, 2008 @ 11:57:33
yahh..walo bagemanapun
soeharto juga berjasa buat negara kan?
hohoho
tapi dia mah masuk 5 orang terkorup di dunia!
kerenn..
Nov 17, 2008 @ 13:17:41
Dia adalah Pahlawan biar bagaimana pun di sudah mengabdikan dirinya kepada negara ini selama berapa tahun lamanya
Nov 17, 2008 @ 13:43:31
gw masih bingung menyikapi hal ini.. tapi banyak juga yg mati gara2 dia yaa..
Nov 17, 2008 @ 13:45:47
Kebaikan dan keburukan harus kita sikapi dengan bijak
Makasih sahabat atas acara kemarin
Okt 03, 2009 @ 05:44:51
Kita harus mengakui Bahwa Mendiang Presiden SUHARTO juga berjasa sebagai pemimpin BANGSA mungkin sudah Takdir toh beliau jd Presiden setelah SUKARNO ,yah kita harus MENDUKUNG siapa saja Presiden kita supaya terwujud NEGARA yang BESAR ,Kita adalah orang yang bisa berfikir bagai mana kita menjalani hidup..wes ah aku meh kritik The Godfather= Oh GodFather kau melindungi Keluarga,kerabat,dan NEGARA,demi mencari hidup yang lebih baik sampai -sampai menjadi inspirasi akan keberanian mu,tekad, persatuan,dan kesetian yang Melegenda di DUNIA aku tawarkan keberanian ku kesetianku untuk menjadi anak buah mu Gracei vivi DON CORLEON
Nov 23, 2009 @ 00:29:56
Buat saya pak harto adalah pemimpin besar yang pernah memimpin republik ini,coba anda tanyakan kepada hati nurani anda….?? apakah orde reformasi ini lebih baik dari orde baru..?? sekarang Indonesia sekarang tinggal menunggu kehancuran saja akibat semua pemimpinya tidak lagi memikirkan rakyat…!!
Mar 27, 2011 @ 14:07:40
saya sangat mengagumi beliau, saya rasa beliau adalah pahlawan negeri ini. meski nggak mungkir juga beliau ada salah. tak ada pemimpin yang lebih mencintai rakyatnya kecuali beliau. hutang ma luar negeri juga demi rakyatnya. pro dengan luar negeri juga demi cintanya kepada rakyatnya. dulu kita adalah macan asia. sekarang???? dunia tertawa saat kita sebut indonesia…
saya merasakan damainya kehidupan zaman beliau… bahkan embah2, ibu2, bapak2, tukang bakso, siomay, bakul rujak, pengemis pun bilang ” isek ra koyo’ jamane pak harto” ( masih tak seperti jamannya pak harto).
yang pantas menentukan salah atau tidak hanyalah pengadilan tuhan. beliau telah almarhum pantaskan di adili? semua layak di pikir pakai otak. coba bandingkan semua ma kepemimpinan sekarang?